Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan

Keep Calm Jodoh Nuju OTW :D



Jodoh BUKANLAH terlambat, tapi BELUM tiba saat-NYA yang TEPAT untuk kita.

Karena jodoh itu,
Sudah ditetapkan,
Sudah di tentukan,
Sudah di gariskan,
Sudah di taqdirkan,
Oleh-NYA dan tetap menjadi RAHASIA-NYA juga,, agar kita terus BERIKHTIAR,, dan meminta kepada-Nya.

Andai kita telah dibertahu-Nya siapa jodoh kita, pasti kita tak usah bersusah payah mencari dan menemukannya.

Dan jodoh itu bukan hanya untukku, untukmu atau untuk mereka, tapi untuk semua hamba-Nya. Karena untuk itulah kita di ciptakan berpasang-pasangan, agar dengannya yg nanti menjadi JODOH kita, kita merasa nyaman dalam melabuhkan fitrah kasih sayang, cinta dan nafsu yang ada dlm diri kita,, di jalan yg di halalkan-Nya. Yakni dlam PERNIKAHAN.

Jika saat ini kamu masih sendiri, itu bukan berarti jodohmu terlambat datang, Tapi waktu-Nya saja yg belum tiba buatmu menemukan dirinya pasangan tulang rusukmu. Gak usah risau dengan sendirimu,, usah bertanya-tanya yang hanya membuatmu kian gundah dan gelisah,,,

Tapi sebaiknya,, cobalah terus perBAIKIdiri, bergaul dengan orang2 BAIK dan Sholeh, jangan lupa JAGA prasangka dan niatmu untuk menemukannya, karena dari sanalah,, sesungguhnya akan mendekatkan dirimu pd apa yang kamu cari, kamu inginkan dan kamu harapkan..

Insya ALLAH, jika telah SIAP dirimu, maka ALLAH akan menyegerakan semua pintamu,, sesuai dengan kadar KESIAPAN mu. Dan ALLAH selalu LEBIH TAHU itu,,,

''Ya Ilahi Rabbi, Engkaulah pengenggam hati dan jiwa kami, dan Engkau jugalah yang dapat membolak-balikk -an hati dan kehidupan kami. Dan jodoh itu telah menjadi ketetapan-Mu atas kehidupan kami, maka biarlah itu yang terbaik disisi-Mu, agar ia dapat menjadi penyempurna hidup kami, dalam beribadah kepada-Mu.

Aamiin,,,
Keep Calm Jodoh Nuju OTW :D 

Lanjutkan Membaca......!!!

Jodoh Ibarat Penumpang Bus





Cinta itu sama seperti orang yang menunggu bis.
Sebuah bis datang, dan kamu bilang,

"Wah.. terlalu penuh, sumpek, bakalan enggak bisa duduk nyaman neh!aku tunggu bis berikutnya aja deh."

Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata,
"Aduh bisnya kurang asik nih, enggak bagus lagi.. enggak mau ah.."

Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat, tapi seakan-akan
dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja.
Bis keempat berhenti di depan kamu.
Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang,
"Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku".

Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi.
Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor.

Ketika bis kelima datang, kamu sudah tak sabar, kamu langsung
melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama,
kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis.

Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju!
Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama.

Moral Dari cerita ini:

sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.

Tidak ada salahnya memiliki 'persyaratan' untuk 'calon', tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita.Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju.
Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat..
tapi kamu masih bisa berteriak 'Kiri' ! dan keluat dengan sopan.

Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu,dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.

Cerita ini juga berarti, kalau kebetulan kamu menemukan bis yang kosong, kamu sukai dan bisa kamu percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu, kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu, agar dia dapat memberi kesempatan kepadamu untuk masuk ke dalamnya.

Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkat yang sangat berharga dan sangat berarti.

Bagimu sendiri, dan bagi dia.
Lalu bis seperti apa yang kamu tunggu?

Lanjutkan Membaca......!!!

Belajar Kehidupan Dari Seekor Gajah

 

Seorang Petani di daerah lampung menemukan seekor anak gajah di kebunnya. Rupanya anak gajah ini indukdan kumpulannya,anak gajah itu di ambil dan dirawat dengan baik oleh petani tersebut. Namun,karena tidak memiliki kandang yang memadai, akhirnya anak gajah ini diikat di sebatang bambu kecil dengan rantai anjing yang tidak terlalu besar.
                Hari demi hari anak gajah tumbuh menjadi besar, dan keinginan naluriah hewani untuk bebas pun semakin besar. Setiap hari anak gajah yang sedang beranjak dewasa ini mencoba menghentakkan kakinya untuk lepas dari rantai yang mengikatkan salah satu kakinya ke bambu. Tetap tidak bisa, bahkan beberapa bagian kakinya mengalami luka lecet. Lama kelamaan keinginan gajah untuk melepaskan diri dari ikatan rantai tersebut mulai mengendur dan akhirnya tidak sama sekali.
                Satu hal yang menarik, setelah gajah tersebut tumbuh menjadi gajah dewasa dan memiliki taring yang cukup panjang, dia tetap terikat pada sebatang bambu yan kecil seperti ketika ia baru ditangkap dulu. Padahal, menurut logika sederhana saja, dengan sekali hentakan saja rantai tersebut sebenarnya bisa lepas. Mengapa tidak bisa dilakukan sang gajah ??? Karena di dalam benaknya dia sudah merasa gagal dan tidak mungkin bisa melakukannya lagi.
KEHIDUPAN manusia adalah kehidupan yang  ‘jatuh bangun’. Sang pencipta tidak pernah menjanjikan langit yang selalu biru, namun satu hal yang pasti, setelah hujan reda selalu tampak pelangi. Bukan perkara bagaimana kita gagal atau menghadapi masalah, namun yang terpenting adalah bagaimana kita bangkit dari kegagalan tersebut dan mulai melakukan pembaruan agar hal serupa tidak terulang kembali. Pada kenyataanya, ada begitu banyak manusia yang dengan mudah melaukan vonis terhadap dirinya sendiri dan sekaligus memastikan bahwa dia tidak bisa melakukan apa-apa, lantaran sudah pernah melakukan kesalahan yang fatal. Keberhasilan bukan diukur dari posisi yang telah dicapai seseorang dalam kehidupan, melainkan dari rintangan rintangan yang diatasinya saat berusaha untuk berhasil. Disinilah letak nilai khidupan yang bermakna tersebut.
                Pengalaman bukanlah apa yang terjadi pada seseorang, melainkan apa yang dilakukan seseorang terhadap apa yang terjadi padanya. Mungkin itu pengalaman pahit yang menyisakan duka atau pengalaman manis yang memotivasi kita untuk membuat hidup lebih hidup. Apapun itu, bukan peristiwanya yang penting, melainkan sejauh mana kita merespon peristiwa tersebut. Terkadang pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan cenderung membuat seseorang menjadi pesimis melihat kehidupan ini. Lebih hebatnya lagi peristiwa kecil yang terjadi dapat berkembang dalam pikiran seseorang melaui imajinasinya sehingga seolah-olah peristiwa tersebut demikian tragis telah merebut optimisme seseorang.
                Manusia ( bukan gajah ! ) diberi akal, hati nurani, dan dorongan oleh Sang pencipta untuk bangkit dari setiap kegagalan dan peristiwa yang begitu menekan. Tidak ada masalah yang terlalu besar untuk dihadapi, tidak ada langkah yang terlalu panjang untuk dijalani, dan tidak ada orang yang terlalu sulit untuk dihadapi ketika kita mampu menyikapi setiap peristiwa yang terjadi dengan hati yang jernih dan kepala dingin. Seorang filsuf pernah bertutur “ Kita tidak pernah bisa mengukur betapa tingginya sebuah gunung, hingga kita sudah berada di puncaknya dan mengatakan bahwa sebenarnya tinggi gunung ini tidak seberapa.” Artinya jangan pernah menyerah sebelum pernah mencoba. Kekuatan terbesar untuk menyelesaikan masalah adalah pada saat kita berani untuk memulainya. Bukankah seribu langkah kedepan dimulai dari langkah pertama ???
                Ketika peristiwa begitu menekan dan hampir putus asa, percayalah bahwa hal tersebut tidak akan melebihi kekuatan kita sebagai manusia yang notabene dicipta sebagai ciptaan yang paling sempurna di antara seluruh ciptaan-Nya. Mungkin langkah-langkah praktis yang perlu dilakukan adalah dengan mengidentifikasi secermat mungkin peristiwa yang kita alami, mungkin memang itu adalah buah dari perbuatan selama ini. Kalaupun datangnya dari orang lain, dengan bijaksana kita melakukan introspeksi “ Ada apa dengan diri kita sehingga orang lain berbuat demikian ??? “.
                Langkah berikutnya adalah dengan selalu membuka jalinan silaturahmi dengan orang lain untuk membagi pengalaman ( sharing ). Dalam percakapan yang berbagi tersebut, setidaknya akan mengurangi beban mental dan memungkinkan kita menemukan solusi untuk bangkit.
Orang tidak dapat menemukan lautan biru kecuali ia memiliki keberanian untuk tidak melihat pantai.

Lanjutkan Membaca......!!!

Cara Mengatasi Kegundahan Hati

Seseorang pernah mencurahkan sedikit isi hantinya. Dia mengatakan bahwa sudah sebulan ini tidak bersemangat, uring-uringan, males ngapa-ngapain dan kerjaannya cuma melamun aja.

Ada apa gerangan dengan dirinya?


Oho… Ternyata dia sedang jatuh cinta dengan seseorang tapi malu mengakuinya.

Kenapa tidak coba mengungkapkan saja perasaan itu agar lega atau coba berbagi unek-unek dengan seorang sahabat dekat yang dipercaya. Siapa tahu mereka bisa bantu atau paling nggak membuat hati sedikit lebih lega.

Type orang yang pendiam dan suka memendam perasaan memang tidak suka bercerita dengan orang lain, tetapi sikap itu bisa mendatangkan efek tidak baik dalam hidupnya, seperti bawaannya uring-uringan, tidak bersemangat, suka melamun dan bersedih bahkan menimbulkan stress. Merasa ingin selalu menyelesaikan masalah sendiri, tidak butuh bantuan orang lain. Menyelesaikan masalah sendiri ya memang seharusnya diselesaikan oleh diri sendiri, wajib malah. Namun adakalanya kita membutuhkan bantuan orang lain jika sudah tidak bisa mengatasinya. Jangan biarkan terpendam sendiri dan menggrogoti hati dan pikiran sendiri. Kita hidup di dunia ini tidak sendiri, kita hidup beramai-ramai berdampingan, saling tolong menolong. Orang butuh bantuan, ada juga orang yang butuh untuk menolong orang lain untuk beribadah.

Jika kita tidak bisa mengutarakan isi hati dengan sahabat, coba saja curahkan isi hati dengan tulisan. Merasa tidak berbakat menulis??? Halah… mencurahkan isi hati tidak perlu bakat. Tulis saja seperti kita sedang berdialog dengan diri sendiri atau anggap saja komputer itu adalah temanmu, lawan bicaramu.

Biasanya orang yang pendiam disebabkan karena tidak nyaman berbicara secara lisan, merasa malu, segan, tidak tahu apa yang akan dibicarakan. Tapi… berani taruhan… type yang seperti ini pasti akan terbantu dengan bicara secara tertulis, karena dengan tulisan, kita bisa memikirkan dulu apa yang akan kita ungkapkan, atau bisa di mengedit kalimat yang akan ditulis, tidak harus malu berbicara langsung berhadapan, dll.

Merasa tidak bisa menulis??? Halah… kirim SMS bisa tuh, facebook-an juga bisa kan… ya anggap saja seperti sedang mengetik SMS atau seperti membuat status di facebook. Mudah kan?! Toh tujuan nulisnya untuk mencurahkan isi hati agar lega bukan untuk menulis sebuah buku yang hendak di terbitkan ke penerbit.

Daripada melamun, pikiran kosong, tidak melakukan apa-apa (ntar kesambet setan), lebih baik mulai menuliskan satu kalimat dan akan mengalir kalimat-kalimat berikutnya. Melatih diri untuk berbicara secara tulisan, siapa tahu bisa jadi suatu karya…. manfaatkanlah waktu yang terbuang percuma karena lamunan itu dengan mencoba membiasakan diri menulis (mengetik tulisan).

Semangat……!!!

Lanjutkan Membaca......!!!

Suasana hati yang positif tingkatkan kreatifitas



Cirebon, Beberapa orang kadang sulit sekali menemukan inspirasi dan kreativitasnya. Tapi ternyata ada cara mudah untuk meningkatkan kreativitas, yaitu menciptakan suasana hati (mood) yang positif.

Pemikiran inovatif atau kreativitas bukanlah suatu hal yang bisa datang kapan saja saat ia dibutuhkan. Tapi terjadi dalam keadaan yang sangat subjektif dan tergantung dari pribadi orang tersebut.

Studi ini dilakukan oleh peneliti Kanada yang menggunakan video senang, sedih dan juga video klip musik untuk menempatkan partisipan dalam suasana hati yang berbeda-beda. Setelah itu partisipan diminta untuk belajar mengklasifikasikan satu set gambar dengan pola visual yang kompleks.

"Didapatkan orang-orang dengan suasana hati bahagia atau positif lebih mampu mempelajari aturan pengelompokkan pola serta meningkatkan kreativitas dibanding orang yang sedang sedih atau netral (tidak sedih tapi juga tidak senang)," ujar Ruby Nadler dari University of Western Ontario, seperti dikutip dari 
HealthDay, Kamis (23/12/2010).

Pada penelitian ini, musik yang diperdengarkan adalah karya dari Mozart sedangkan untuk video bahagia berupa bayi tertawa. Untuk musik menyedihkan diambil dari daftar lagu Schinder dan video menyedihkan berupa laporan berita tentang gempa bumi. Hasil studi ini dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science.

"Jika seseorang memiliki suatu proyek yang mana harus membuat Anda berpikir inovatif, atau memiliki masalah yang butuh pertimbangan penting, maka berada dalam suasana hati yang positif akan membantu Anda melakukan hal tersebut," ungkap Nadler.

Nadler menuturkan hal ini mungkin menjelaskan mengapa beberapa orang menonton video lucu di komputer tempatnya bekerja. Karena secara tidak sadar, ia berusaha untuk menempatkan dirinya dalam suasana hati yang positif.

Selain itu cara lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kreativitas adalah dengan menutup mata. Kondisi ini akan menghindarkan sinyal-sinyal atau gangguan di luar sehingga membuat seseorang berada dalam sensitivitas penuh yang dapat meningkatkan kreativitas.

Lanjutkan Membaca......!!!